Manajer kelelahan mengoreksi, staf bingung dengan logikanya. Keduanya bermuara pada hal yang sama: fondasi akuntansi tim yang belum kuat.
Keduanya adalah satu masalah yang sama: fondasi akuntansi tim yang belum kuat. Perbaiki fondasinya, dan delegasi pekerjaan jadi mungkin.
Kebanyakan orang menyerah belajar akuntansi karena langsung dijejali debit-kredit dan istilah teori. Kami membaliknya.
Anda memahami laporan keuangan dan tujuannya lebih dulu, sebelum masuk ke jurnal debit-kredit. Tahu arah sebelum tenggelam di teknis.
Anda belajar logika akuntansi dengan bahasa yang Anda pahami. Istilah seperti debit, kredit, aktiva, dan pasiva baru diperkenalkan setelah logikanya sudah nyangkut.
Anda menulis dari kertas kosong: membuat tabel sendiri, mencatat, sampai menyusun laporan. Tangan ikut belajar, bukan cuma mata.
Kelas berkelompok kecil. Praktik tetap individual, tapi Anda mengasah pemahaman lewat diskusi langsung dengan peserta lain.
Di awal, kami minta Anda menebak "apa itu akuntansi". Di akhir hari ke 2, bandingkan jawaban Anda — biasanya sudah jauh lebih matang. Itu ukuran sederhana bahwa metode ini bekerja.
Bukan daftar bab — tapi alur belajar yang dirancang bertahap: dari memahami logikanya dulu, baru menyusun bata-batanya.
Anda mulai dari nol: dari "apa itu bisnis" sampai mengerti bentuk-bentuk uang (piutang, hutang, persediaan, modal, aset). Anda belajar memisahkan harta pribadi dan harta usaha, mengenal sifat dasar akuntansi, lalu membaca dua "rumah" utama — Neraca dan Laba Rugi — semua dengan bahasa sehari-hari. Ditutup dengan mengenal akun dan buku besar sebagai cara melacak setiap transaksi.
Akhir Hari 1, Anda bisa: menyusun gambaran Neraca & Laba Rugi sederhana dari sebuah usaha — tanpa istilah yang membingungkan.
Setelah logikanya nyangkut, Anda masuk ke prosesnya: posting jurnal debit-kredit, peran bukti transaksi, dan neraca percobaan untuk memastikan semuanya seimbang. Anda lalu mengenal urutan siklus akuntansi sesuai kaidah akademik dan menutupnya dengan satu studi kasus penuh — dari bukti transaksi sampai jadi laporan keuangan utuh. Diakhiri sesi membaca dan memaknai laporan.
Akhir Hari 2, Anda bisa: menjurnal, menyusun buku besar, neraca percobaan, laba rugi, dan neraca dari nol — sekaligus membacanya.
Opsional Sesi khusus manajer/SPV: ringkasan metode untuk mengajarkan kerangka ini ke tim non-akuntansi secara singkat.
Paham artinya bisa menjelaskan. Terampil artinya bisa melakukan.
Anda juga akan paham kenapa kami menyebut Buku Besar sebagai lemari rak laci, Neraca sebagai timbangan, dan Laba Rugi sebagai rapor hasil kerja— analogi yang membuat konsep rumit jadi sederhana.
Anda belum paham akuntansi dan ingin pegang kendali angka bisnis sendiri — tidak lagi buta pada laporan.
Anda dari divisi lain (admin, operasional, finance) yang harus mulai membukukan, tapi belum punya bekal akuntansi.
Anda sudah paham akuntansi, tapi butuh cara terstruktur dan cepat untuk mengajarkannya ke tim.
Kurang cocok jika Anda sudah terbiasa menyusun laporan keuangan lengkap secara mandiri — untuk Anda, materi ini terlalu dasar (tapi bisa pas kalau tujuannya melatih tim Anda dengan cepat).
Kelas tatap muka yang nyaman — Anda cukup datang dan fokus belajar, sisanya kami siapkan.
Makan siang tersedia untuk seluruh peserta.
Satu sesi rehat kopi & kudapan di sela kelas.
Bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai usaha.
Sertifikat keikutsertaan resmi di akhir Kelas.
Buat kami, laporan keuangan bukan beban administratif — ia sahabat jujur yang menunjukkan kesehatan bisnis apa adanya. Kalau bisnis tidak untung, akuntansi menunjukkannya. Kalau uang banyak tapi dari hutang, akuntansi membongkarnya. Kelas ini bukan sekadar mengajari Anda mencatat angka, tapi membaca kejujuran di balik setiap keputusan bisnis.
Untuk Anda yang ingin paham akuntansi sendiri, maupun manajer yang ingin membekali tim. Hubungi tim kami via WhatsApp untuk mendaftar atau konsultasi jadwal.
Sudah termasuk makan siang, coffee break, & sertifikat.
Kelas offline maks 10 orang — slot tiap batch terbatasHubungi tim kami langsung via WhatsApp: